Langsung ke konten utama

Ku Janjikan 1 Kata

Aku tak pernah melihat mereka menangis sebelumnya. Aku adalah anak ke 4 dari 5 bersaudara, panggil saja aku ini Orin. Kakak-kakak ku sudah pada menikah, kakak ku yang pertama nikah dengan orang sekampung, sementara kakak ku yang kedua menikah dengan orang Kalimantan, nah kakak ku yang ke tiga menikah dengan orang Cilacap, jadi tanggungan orang tua ku kini tinggal dua aku dan Ica. Setelah lulus nanti aku punya rencana besar, aku punya motivasi,misi,visi hidupku sendiri tuk menggapai sebuah mimpi. 
****
Beberapa bulan terlewati, kini aku lulus dari salah satu sekolah swasta di Jawa Barat, sekolah yang menyimpan sejuta kenangan indah, dimana terselip secarik cerita tentang masa remajaku. Sekarang bertepatan dengan bulan suci Ramadhan, ada berita mengejutkan dari kakak ku yang berada di Kalimantan dimana ia telah memesan sebuah tiket pesawat menuju kalimantan untuk tanggal 24 Agustus 2014 untukku, jauh-jauh hari aku dan keluarga telah merencanakanya, semangat membara bergejolak dari dasar jiwa, semangat sang anak muda tuk mencari sebuah kesuksesan maka pergilah kau itu kata mamah. Akupun tak berpikir panjang aku iyakan, namun beberapa hari kemudian kakakku kembali menghubungiku bahwa aku akan berangkat pada tanggal 17 Agustus 2014, semakin singkat aku berada di kampung halaman, detik-demi detik sangatlah berarti ku habiskan waktuku yang hanya beberapa minggu lagi tuk memberikan sebuah kenangan terindah untuk mamah untuk ayah dan untuk semuanya, namun takdir Allah mengganti semua rencana sebelumnya, aku di hubungi lagi kakakku bahwa aku berangkat tanggal 5 Agustus 2014 dimana kakak ku akan pulang kampung tuk menjemput. ternyata waktuku disini hanya tinggal menghitung hari saja, entah kenapa hari-hari yang ku lewati seakan tidak akan terulang kembali, dimana setiap pagi bertegur sapa dengan mamah, malam makan mie dengan ayah, setiap waktu berantem dengan ade dan keponakanku, narsis bareng ma si mba, tak lupa bercanda bareng sama si ikok ( kakak laki-laki ku). akupun disini punya sahabat baik ayeh namanya, setiap kita bermain ayeh tidak mau dan tidak mau tahu bahwa aku akan segera pergi karena hal tersebut hanya bisa membuat kita sedih jadinya.
****
Hari Rayapun datang, malam takbir aku habiskan dengan ayeh jalan-jalan di sekitar kampungku, menikmati indahnya langit yang di hiasi mahakarya Tuhan, kitapun tertuju pada 1 tempat dimana tempat itu adalah tempat bermain kita sekaligus tempat mencari ilmu buat kita yaitu mesjid. Disana kita habiskan waktu dengan berdulag dan menggemakan takbir tanda kemenangan, sesudah agak lelah aku dan ayehpun istirahat di Madrasah kita menceritakan semua hal yang kita impikan, kita cita-citakan, dan yang kita takutkan. Malampun semakin larut dan kita saling berlalu. Hari Raya, dimana semua orang saling memaafkan, akupun dengan keluarga saling berpelukan tanpa tangisan dan air mata, kita bersilaturahim ke tempat saudara-saudara kita, ketika perjalanan di persimpangan akupun bertemu dengan ayeh kitapun berpelukan narsis bareng dan memutuskan untuk bersilaturahim bersama-sama dan tepat pada hari ini dimana aku dan ayeh kerja bersama-sama di salah satu Objeck Wisata di Jawa Barat yang dimulai pada pukul 11 siang nanti. Setelah pulang bersilaturahim akupun bersiap-siap untuk kerja memakai seragam dan menghubungi ayeh kita pun segera ke tempat kerja hari pertama yang begitu rame, bisa membuat kita teratawa bersama, hari itu tak'n aku lupakan, hari kedua dimana kakakku yang dari Kalimantan datang itu tandanya waktuku disini hanya tinggal 5 hari lagi .. dari hari kehari aku dan ayeh menjalani semua pekerjaan ini dengan ikhlas dan sabar, mengingat aku yang akan kita pergi. di sisa-sisa waktuku disini aku banyak sekali dipercaya oleh orang-orang di kampungku dan banyak sekali peluang kerja sehingga membuat aku di lema, bahkan teman-teman ku mengajakku menjadi anggota AREMA, bahkan ada salah satu temankupun yang mengajak aku tuk latihan rebana, dan paskibra untuk 17 Agustus nanti tapi itu hanya rencana tuhan yang berkehendak nyatanya aku harus pergi tanggal 5 dan meninggalkan semuanya, Kini waktu semakin berlalu tepat pada hari Senin 4 Agustus aku dan kakakku pergi ke sekolah mengambil ijazah dan surat-surat penting lainya, dan pada jam 11 siang nanti aku akan berangkat menuju Bandung dan Selasa siang aku akan berangkat menuju jakarta dan pada pukul 19:55 aku akan berangkat ke Banjarmasin-Kalimantan Selatan dengan pesawat Lion Air. Waktu 11 Siangpun datang akupun segera pulang, semua barang sudah di packing oleh kakak-kakakku. akupin pamit, ketika itu mamah menciumku memelukku begitu erat ia menitikkan air mata yang tak pernah aku lihat sebelumnya ia menciumku beberapa kali, aku teringat aku selalu marah-marah ke mamah, "mamah pilih kasih dikit-dikit ica! dikit-dikit ica! terus orin kapan? kini tanggungan mamah itu cuma 2 orin ma ica ! bukan ica aja !" aku pernah berkata seperti itu bahkan aku pernah berpikir mamah tak pernah sayang pada orin namun semua keraguan aku sirna ketika itu,terus aku pamit ica, kita yang selalu berantem, tidak pernah akur berpadu pada 1 pelukan dengan tangisan yang meledak "maafkan kakak de maaf", selanjutnya ke kakak ku yang pertama dia langsung memelukku,menciummku, berpadu dengan tangisan dan selanjutnya ayah ku lihat ayah berlinang ia memelukku, selama aku hidup mungkin baru kali ini aku berpelukan dengan ayah, dan selanjutnya pada Mba kakak iparku kita begitu dekat tak ada jarak, selanjut kakak laki-laki ku kita berpelukan dan ia berkata "jaga dirimu baik-baik" dan yang terakhir aku pamit ke ayeh kita menangis bersama-sama seakan kita tak'n pernah bertemu lagi, kita berpelukan namun itu hanya sekejab kini waktunya aku harus pergi, tak pernah aku lihat sebelumnya air mata itu, air mata kehilangan aku tak'n pernah ragu betapa mereka sayang kepadaku, lambaian tangan mereka menemani langkahku...
akupun melihat langit dan meregangkan tanganku ku sebut satu kata dan aku mengepalnya, ku janjikan untuk mereka 1 kata SUKSES untuk mengganti semua tangisan itu menjadi senyuman.

I love you all
doakanlah aku ...

by.Orin

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menurut Gue

Menurut gue, kesempatan itu gak datang dua kali. Ketika ada kesempatan maka manfaatkan kesempatan itu jangan lo sia-siain, dalam hubungan ketika dia tak bisa memperjuangan kesempatan itu sulit untuk memberikan kesempatan ke-2 itu bagi gue ya.  Menurut gue, jika sebuah kepercayaan telah hancur di kesempatan pertama, dan buat gue kecewa. Gue gak mau kembali kecewa, gue gak mau ambil resiko jika suatu saat dia melakukan hal yang sama seperti sebelumnya. Menurut gue, sabar itu penting. Coba aja lo sabar mungkin ceritanya gak bakalan gini, gak bakalan ada yang  kecewa dan dikecewain, coba deh berpikir lebih positif ke arah depan jangan nengok ke belakang mulu, apa sih mikirin masa lalu, yang malah bikin lo semakin terpuruk dan tersesat, sedih gak jelas, sakit iya. Menurut gue, ketika lo mencoba bangkit dari keterpurukan lo, lo harus bisa menghapus semua potret tentang dia di hati lo, jangan setengah-setengah kalo lo ingin cepet Move on, ya mungkin lo susah lupain dia, ...
Kesalahan fatal yang gue buat skenarionya sendiri, remaja labil seperti gue emang sulit menetapkan sebuah perasaan kadang gue bilang "suka banget", "cinta banget", "sayang banget" tapi tak jarang gue juga bilang "benci banget". Pernah gak sih lo pikir saat remaja kayak gini kita tuh kayak orang gila kadang mesem-mesem sendiri, ketawa sendiri, bahkan marah-marah sendiri. Itulah remaja emosinya masih memuncak dengan hati yang masih labil. Ketika telah mengenal cinta ada dua pilihan, hancur atau bahagia. Bagi lo yang masih sekolah jangan harap prestasi lo naik ketika lo tlah mengenal problem cinta. Gue sendiri korbanya hahaha malah curhat, prestasi turun, nilai ujian anjlok, belajar gak fokus, pikiran kita gak singkron dengan hati. Situasi seperti ini yang sering di alami kita jika kita mengenal apa itu problem cinta. lo tau Galau? iya Galau, pernah ngerasain? Bohong banget kalo lo gak pernah ngerasain apa itu galau toh dari anak kecil ...

Qori, Pencuri Kepingan Hati

Dalam membaca Al-Qur’an harus menjaga ucapan agar tidak keluar dari kaidah makhorijul huruf dan shifatul huruf serta melantunkan suara agar merdu terdengarnya, namun ada yang lebih penting dari itu yakni memahami akan makna yang ada di dalamnya kemudian diamalkan dalam kehidupan sehari-hari Alloh S.W.T berfirman “Orang-orang yang kami turunkan kitab kepadanya, mereka membaca dengan sebenar-benarnya” (QS.Al-baqaroh:121). Imam Al-Ghozali berkata bahwa membaca Al-Qur’an dengan sebenar-benarnya adalah mengikut sertakan lisan,akal,dan hati. Akupun hanya bias terkagum-kagum dengan suara sang qori   yang setiap qobla subuh dan maghrib melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an, ia membacanya dengan hati sehingga aku terhanyut mendengarnya, aku semakin penasaran siapa yang membaca ayat suci Al-Qur’an semerdu itu. Sepengetahuanku hanya pak ustadz Solihin dan pak Rois yang selalu mengaji di mesjid Al-falah, bahkan aku sudah hafal akan suara mereka. Namun akhir-akhir ini ada suara baru yang m...