Setiap hurup yang ku tulis Setiap angka yang tergores Ku coba menyusun
setiap suku kata Ku coba tuk menafsirkan setiap maknanya 15 Jam aku berkutik
dengan tinta ! Dan akhirnya tintaku? Aku ini seorang pelajar kelas XII dari
salah satu sekolah swasta di Tasikmalaya yang bernama SMK PLUS YSB PP
SURYALAYA, setiap harinya aku belajar bermacam-macam pelajaran disana namun
pelajaran sastralah yang buat ku mengenal jati diri ku panggil aku ini IIN
HANDAYANI , setelah aku mengenal apa itu karya sastra , aku semakin penasaran ,
hingga membuatku yakin bahwa disinilah jati diriku ! setiap hari ku terus
menggali dan mencuri ilmu sastra dari siapun. Sehingga aku mempunyai impianu
ntuk melanjutkan sekolah kejenjang yang lebih tinggi dengan mengambil prodi
Bahasa Indonesia dengan tujuan Gelar Sarjana Pendidikan Bahasa Indonesia /
Sastrawan Muda. Suatu hari ketika ku ingin menulis sebuah karya, otak ku
terhenti !Insfirasi ku buntu! Ini gara-gara hendra pikirku , senja itu membuat
aku kacau gumamku , hendra adalah orang yang sempat menghabiskan tintaku
,hendra merupakan adik kelasku di SMK ia baru kelas X nah dari pertemuan di
sekolah itu dia mencoba mendekati ku nah dan dari sinilah tinta itu sempat
habis ! Seminggu setelah pertemuan itu hendra meminjam buku bahasa inggris pada
ku dan ia meminta untuk besok harus ada .namun aku berpikir dalam posisi kelas
XII ini akupun pasti membutuhkan buku tersebut . dan akhirnya akupun memutus
kan untuk menyalin buku dalam buku yang baru . kutulis satu persatu huruf ,
kutulis di lembaran-lebaran baru , ku coba mencari materi yang penting buat
siapa? Hanya untuk hendra !agar dia bias mendapatkan materi yang dia pinta. 15
jam aku berkutik bermain dengan tinta mata ku mulai berat ,kepala ku mulai
pening , jempol kupun mulai membiru , tapi aku tak menyerah karena masih ada 2
materi lagi yang harus aku tulis dan tiba saatnya tinta ku mulai pudar, aku pun
mencoba melihat isi tinta itu ternya tintanya mulai menyusut. Ke esokkan
harinya aku berniat memberikan buku tersebut pada hendra , namun hendra dengan
dengan mudahnya membalas pesanku
yang berniat memberikan materi
hasil tulis tanganku selama 15 jam , hendra malah menyuruku menitipkanya pada
Riki yakni kelas XII pula . ketika teng bel pulang pun berbunyi aku lari
kekelas dimana Riki berada , namun ketika aku berdiri di depan pintu , kelas
itu sudah kosong hanya tinggal bangku yang telah rapih . akupun berjalan dengan
hati yang agak kecewa, tertatih aku disana, ku coba menghubungi hendra
memberitahukan semuanya , tapi apa? Dia
dengan mudahnya membalas “sms kan semua materinya” jengkel aku disana , tapi
aku tetap mengetiknya dengan ribuan caci makiku padanya yg terlontar dari hati,
dan aku bergumam apakah dia tidak tau aku rela tidak tidur semalaman demi tugasnya ini . ketika selesaia ku
mengetik materinya dan yang buat aku kecewa dia hanya membalas sms sangat
singat “hmm” ingin sekali aku menaparnya, merobek tulisan ini , aku tak
henti-hentinya bergumam , dengan hati yang sangat-sangatlah kecewa, di perjalan
pulanga kuremas-remas buku itu aku menyesal tlah menghabiskan tintaku .
keesookan harinya sekolah kami setiap pagi
mengadakan doa bersama yang sering disebut
dengan apel pagi , dan aku merupakan orang yang aktif di salah satu extrakulikuler
dan pada saat itu aku akan memberikan sebuah pengumuman ketika ku berjalan dan melewati
anak tangga , ku berdiri di atas 1500 siswa aku mencari sesosok membuat aku jengkel
kemarin ! kulihat, tapi aku temukan ! ku perhatikan tapi hasilnya nol !
kucobakonsentrasidanakumerasaada yang satumata yang mencobamemperhatikanlebihdalamdanketikakutenganbenardiaorangnya
. akupun focus padapengumumanku , Bell Pulang … tiba di rumah ku lihat tumpukan-tumpukan
kertas di atas rak dan tinta yang mulai habis ku coba dekati tumpukan itu dan semua
itu adalah puisi-puisi buah karyaku , aku terdiam sempat tadi sianga ku melampiaskan
kebencian ku kemuakan ku pada tatapan itu dan aku berpikir kenapa aku berhenti menulis
hanya karena masalah sepele ? aku pun terperanjat dalam lamunanku , teringat aku
menulis untukku sendiri, aku teringat dulu aku di puji oleh seorang guru
sehingga akuselalu di undang menjadi MC di acara-acara besar, dan aku pun
teringat di tahun 2012 lalu aku mendapatkan piala atas karyaku ! dan tinta-tinta
ku inilah yang telah menemani ku dengan sabar menafsirkan semua yang ada dalam pikiranku
ke dalam kertas , tapi apakah aku akan berhenti begitu saja ? TIDAK ! akupun berdiri
mengambil tinta secarik kertas ku tuliskan cerita ku tentang seminggu ini ku jadikan
sebuah cerpen , namun anehnya tiba-tiba tinta ini warn aya menjadi pekat ,
akupun tersenyum ini pertanda bahwa aku tak boleh berhenti menulis . ku coba kirimkan
hasil karya kupada salah satu media cetak dan akhirnya itu yang membuat aku lebih
di kenal orang-orang , cerpen ku itu hanyalah sebuah curahan hati seseorang aku
dari tinta yang sempat habis , tapi hasilnya
membuat aku tersenyum dan membuat mereka yang tak pernah aku kenal tersenyum padaku.
3 tahun pun berlalu akupun lulus dari sekolah
tercinta ini , ku tak bias melanjutkan cita-citaku yang ingin berkuliah dan mendapatkan gelar
SPDI itu , tapi aku tak berhenti disini ku membuka sebuah perpustakaan yang
berisi semua tentang karya-karya para sastrawan dan menerbitkan hasilkary aku sendiri
. awalnya perpustakaan itu hanya berisi 5-10 karya ku namun tinta itu masih setia
menemani ku aku tak henti-hentinya menulis semua kejadian yang menurut ku layak
untuk ditulis ! 3 tahunpun berlalu kini perpustakaan ini dominan dengan karya tulisku
, dimulai dari puisi , cerpen ,bahkan novel yang kuterbitkan di perpustakaanku sendiri
“PERPUSTAKAAN HANDAYANI” dan kini aku baru sadar setelaha kuterkenal dan di
kenal oleh banyak orang bahkan namaku di tulis di semua media , bahwa untuk menjadi
seorang sastrawan tidak perlu mendapatkan gelar SPDI . dengan menulis dan mengembangkan
bakat aku bisa ! mendapatkan gelar itu gelar yang selalu tuju SASTRAWAN MUDA ! SASTRAWAN
MUDA! Aku menangis haru media cetak semua menuliskan nama ku dengan SASTRAWAN
MUDA DENGAN TINTANYA YANG SEMPAT HABIS
–HANDAYANI .
Menurut gue, kesempatan itu gak datang dua kali. Ketika ada kesempatan maka manfaatkan kesempatan itu jangan lo sia-siain, dalam hubungan ketika dia tak bisa memperjuangan kesempatan itu sulit untuk memberikan kesempatan ke-2 itu bagi gue ya. Menurut gue, jika sebuah kepercayaan telah hancur di kesempatan pertama, dan buat gue kecewa. Gue gak mau kembali kecewa, gue gak mau ambil resiko jika suatu saat dia melakukan hal yang sama seperti sebelumnya. Menurut gue, sabar itu penting. Coba aja lo sabar mungkin ceritanya gak bakalan gini, gak bakalan ada yang kecewa dan dikecewain, coba deh berpikir lebih positif ke arah depan jangan nengok ke belakang mulu, apa sih mikirin masa lalu, yang malah bikin lo semakin terpuruk dan tersesat, sedih gak jelas, sakit iya. Menurut gue, ketika lo mencoba bangkit dari keterpurukan lo, lo harus bisa menghapus semua potret tentang dia di hati lo, jangan setengah-setengah kalo lo ingin cepet Move on, ya mungkin lo susah lupain dia, ...

Komentar
Posting Komentar