MAMAH
Semua Orang , anak-anak baik besar atau yang kecil pasti memiliki orang tua , yang biasa di sebut Ayah Dan Mamah , akan sangat melengkapi jika salam satu atap memiliki keduanya , , tapi tidak dengan ku .
Di waktu umurku 2 tahun aku sudah kehilangan seorang mamah , mamahku merantau ke negeri sebrang untuk mencari penghasilan demi perubahan ekonomi, sementara Ayah hanya bekerja serabutan dan dominan sebagai petani itu hanya sepintas cerita dari nenek , aku sangat senang dan bahagia ketika nenek memberikan surat dari mamah yang merantau di Arab Saudi itu, yang nenek dapat dari tukang pos pagi tadi ,surat itu berisikan uang dan surat untukku dan isi suratnya “jaga dirimu baik-baik nak, jangan nakal sayang”dan ternyata surat itu merupakan surat pertama dan terakhir dari mamah untukku .
Sekarang umurku beranjak 10 tahun , tepatnya kelas 4 SD semenjak mamah tak pernah pulang ayahpun merantau ke ibu kota DKI Djakarta tidak 1tahun beliau disana ayah telah menikah lagi dengan seorang janda beranak 3 , mula-mulanya aku tidak setuju aku punya mamah baru, tapi setelah aku berpikir dan berbicara dengan nenek akupun tidak bisa mengatakan apa-apa , aku hanya bingung .
trus nanti kalo mamah pulang dari Arab gimana?
trus nanti mamah sakit hati gimana ?
mah maafin ayah mah
dan kini akupun tinggal di DKI Djakarta bersama 3 sodara tiri aku selalu takut ketika melihat di tv-tv bahwa ibu tiri itu kejam , 1 minggu berlalu aku serasa di bedakan dengan 3 orang saudaraku , aku terus saja di perlakukan layaknya yang di tv-tv , tenyata benar ibu tiri itu kejam , dan ketika ayah pulang dari pekerjaanya yang hanya sebagai pemulung aku meminta bahwa aku ingin tinggal di tempat nenek saja bukan sama tante atau ayah . ayahpun bertanya kenapa? Alasanku , aku ingin mengurus nenek dan ingin tinggal di kampung saja ayahpun mengiyakanya ,
Pagi harinya aku dan ayah berangkat naik bis dari lebak bulus menuju bandung , setelah di stasiun kami pun naik angkot jurusan Bandung-Panjalu yang sering di panggil BP . aku tertidur di dekapan ayah aku bermimpi disana bertemu mamah dan tersenyum padaku dan mamah mengatakan dalam mimpi itu “jaga dirimu baik-baik nak, jangan nakal sayang” persis dengan pesan di surat mamah dulu, di mimpi itu mamah akan mencium keningku namun ayah malah membangunkanku .ternyata kami telah sampai di Panjalu ,Desa tempat nenek tinggal , tempat aku dan mamah dilahirkan .desa yang masih bersih ,nyaman dan jauh dari hingar bingar lalu lalang mobil layaknya di DKI Djakarta.
akupun berjalan melewati gang-gang kecil yang dulu aku selalu bermain disini , main petak umpet , pecle dengan temanku bernama ina akhirnya aku menemukan gubuk bilik yg reyod namun masih bisa untuk di tinggali di ujung gang , terlihat nenek sedang menyapu halaman dan aku serentak berlari memeluk nenek menangis , dan setelah itu kami duduk di balkon depan rumah nenek atau rumah peninggalan mamah, disana terdapat getuk,bubuy sampeu,goreng singkong , dan air teh manis . setelah ada 1 jam kami bersedagurau dia atas balkon ayah pun di telpon oleh tante , untuk segera balik lagi ke Djakarta , akupun mencegah ayah , namun ayah tetap pergi dengan berat hati akupun melambaikan tangan dan ayahpun memelukku dan mencium keningku . setelah itu aku mengadu pada nenek dan nenek hanya bisa memberikan aku semangat .
dari kepulanganku ini ayah tak pernah pulang atau sekedar menanyakan kabar lewat surat tentang keadaanku aku kadang sedih namun neneklah yang selalu menguatkanku. hari-haripun berlalu kini aku mulai remaja aku sudah lulus dari sekolah dasar dan melanjutkan di smp yang jaraknya dekat dengan rumah . dan tanpa disadari kini aku telah kelas 9 , disana aku menemukan sahabat lama ina namanya , akupun satu bangku dengan dia , kadang pulang sekolah aku ngak langsung pulang kerumah kadang aku main terlebih dahulu di rumah ina dan sempat aku bermalam dan pergi sekolah dari rumah ina karena ada tugas dari guru tataboga. Dari sinilah aku sirik pada ina ku lihat setiap pagi ina di bangunkan oleh mamahnya , di berikan sarapan di berikan ciuman di keningnya dan ketika berangkat sekolah ina senantiasa mencium tangan mamahnya , dan yang paling aku iri ketika hasil pelulusan di bagikan ,ina di damping mamahnya di berikan amplop oleh wali kelasku sementara aku hanya sendiri karena aku tau jika aku meminta nenek menemaniku aku sangat egois karena aku tau nenek sudah renta untuk berjalan saja ia memerlukan tongkat untuk pijakan , akupun melihat ina mebuka amplop itu ku lihat ia mendapatkan tulisan lulus ia menangis dan teriak “MAMAH ku LULUS” dan mamah inapun segera memeluk ina , sementara aku sendiri di pojok kelas dan membuka amplop itu dan aku pun lulus dengan nilai yang sungguh buat aku sujud syukur . ketika perjalan pulang aku tertuju pada danau , danau yang tepat di bawah rumah , aku ingim kesana aku ingin menyendiri ketika itu aku langsung tertuju disana ku duduk di tampian tempat mandi orang-orang desa , ku berkaca di atas air ku perhatikan mukaku , akupun membuka tas ku dan melihat fhoto berukuran 3X4 satu-satunya yang aku punya photo mamahku , aku tersenyum .. ternyata aku mirip dengan mamah ..
senyuman di photo itu seperti senyuman ku , rambut kriting itu seperti punyaku …akupun menjerit
MAH….
mamah …..!
mamah dimana ?
mah aku lulus mah !
apakah mamah tau aku rengking 1 mah?
mah aku ingin seperti orang lain mempunyai mamah
mah aku pengen cium tangan mamah kayak ina
aku pengen di bangunin tidur, di siapin sarapan oleh mamah
aku pengen di marahin ketika aku nakal
aku ingin di pukul ketika nilai kecil
aku ingin di jewer ketika ku melakukan kesalahan
aku ingin yang mengambil kelulusan ini mamah agar mamah tau anak mu ini berprestasi mah !
mah aku rindu mamah mah …
mah pulang mamaahh pulangggg …
mamah dimana ???
tanpa aku sadari air mata trus bercucuran , akupun pulang aku takut nenek khawatir karena aku pulang terlambat , dan aku harus terlihat tegar di hadapan nenek . namun ketika aku pulang ku buka pintu “asslamualikum nek,nek… dimana?” ternyata di rumah tidak ada siapa-siapa, akupun duduk di balkon rumah dank u perhatikan lagi surat kelulusan yang dari tadi aku genggam aku merenung lagi , , “andai mamah disini , mungkin aku tak’n kesepian, dan andai nenek disini ,pasti nenek senang lihat hasil belajarku” tiba-tiba aku lihat dari arah selatan ada yang membawa padung yaitu tempat membawa orang mati . aku terperanjat dari renunganku ku , ku perhatikan arah padung itu perhatikan “siapa yang meninggal” tanyaku tapi orang-orang malam diam membisu dan arah padung itu semakin lama semakin bearah ke rumah ku ini , aku pun menjerit “NENEK” ku peluk padung itu sampai jatuh ketanah dan ketika ku buka, ternyata benar neneklah yang meninggal , emang seminggu ini nenek sakit hanya saja nenek selalu terlihat sehat dihadapanku, waktu itu begitu membuat duka nestapa buatku terpukul, satu-satunya orang yang sayang padaku , dan satu-satunya keluarga yang aku punya kini telah meninggalkanku selamanya, .akupun teringat mamah..
“maahhh maamahh tau nenek meninggalmah” di sela-sela aku mencium kening nenek
“mah maamah kesini mah ini nenek mah yang melahirkan mamah, bapak! Bapak kesini pak !kini aku sebatang kara ,puas kalian puas! ,
semua orang disana melihat ku dengan iba , , malahan ada yang menyuruh tinggal bersama namun aku tak mau.
Setelah peninggalan nenek hari-hariku lewati sendiri , hingga pada saat nya ku temukan selembaran kertas dari bawah bantal nenek , ternyata disana terdapat beberapa kertas yaitu surat nenek yang berisikan”cu ,bersabarlah kelak kau kan temukan kebahagiaanmu cu, nenek tau cucu nenek yang satu ini pinter pasti rengking satu , tapi maaf nenek gak bisa lihat itu cu ,jaga diri baik-baik” surat itu membuat aku tegar untuk menghadapi hidupku akupun menangis bahagia kulihat kertas kedua dari mamah tapi tertuju untuk nenek yang berisikan “ma lis dah nemuin calon suami juragan korma ma jaga anakku disana ma maafin lis gak bisa pulang ke panjalu , lis cukup bahagia tinggal di Arab ma” dan akupun terdiam sugguh tega mamah membuang aku ! dan tak kuhiraukan surat itu ku lihat surat berikutnya dari nenek lagi “cu ambil hikmana bageurr, kini kau sudah dewasa kau bisa mengerti mana yang benar mana yang salah suatu saat jika kau menjadi ibu jangan pernah mengikutu jejak ibumu , janjilah cucuku” akupun tersenyum dan pada saat itupun aku berjanji , ketika ku lihat kertas selanjutnya ternyata itu sertifikat sebidang tanah yang aku tau maksudnya untuk kelangsungan hidupku .
kini aku harus memikirkan ke SMA mana aku harus bersekolah , dan akupun memutuskan bersekolah diluar daerahku disana aku mulai berpacaran dengan Arya seorang anak Purnawirawan berpangkat Letnan setelah tamat sekolah kamipun masih melangsungan hubungan kami Arya pun mengenalkanku dengan orangtuanya , dan mereka menanyakan asal usul ku dan akhirnya mereka pun bisa menerima aku apa adanya .
pada umur 23 tahun Aryapun melamarku dan pada saat itu Arya telah menjadi anggota TNI berpangkat KOPKA sementaraku bekerja sebagai karyawan di PT.SAMUDERA dan kami berduapun melangsungkan penikahan 1 minggu yang akan datang , akupun pergi ke Djakarta dengan bermodalkan photo ayah dan alamat yang dulu ,pas kulihat ternyata rumahnya sudah bagus beda dengan 11 tahun yang lalu , akupun coba ketuk pintu akhirnya tantelah yang membukanya disana kita berbincang-bincang dan ketika ku lihatkan fhoto ia agak sinis dan mungkin ia gak menginginkan kehadiranku berada disini , ayahpun datang dan aku langsung men jelaskan maksud dan tujuan aku datang kesini dan ku berikan alamat dimana gendung penikahan aku dan arya . akupun pamit pulang kembali ,, ,
Satu minggu kemudian 13-03-2013 tepat penikahanku , disana suasana sangat ramai dan disana ada ayah pula, ini hari paling bahagia di dalam hidupku sayangnya nenek dan mamah takada disini. Setelah pernikahan aku dan Arya ayah tak pernah memberikan kabar lagi menghilang layaknya di telan bumi …
pernikahanku kini beranjak 10 tahun kebhagiaan yang tiada tara ,akudi karuniai 2 orang anak dan mereka kembar .. dan setiap pagi selalu ku bangunkan mereka yang dulu tak pernah ku dapatkan dari seorang mamah ku cium mereka , ku siapkan sarapan untuk mereka ku selalu hadir di sekolah tuk mengetahui perkembangan prestasi mereka . benar kata surat nenek “kau kan temukan kebahagiaanmu kelak” dan kini aku telah menemukanya nek , walaupun dulu aku tidak pernah menyebut mamah pada seseorang wanita yang melahirkanku tapi aku bahagia kini Arya dan kedua anakku menyebutku dengan sebutan Mamah :)
Menurut gue, kesempatan itu gak datang dua kali. Ketika ada kesempatan maka manfaatkan kesempatan itu jangan lo sia-siain, dalam hubungan ketika dia tak bisa memperjuangan kesempatan itu sulit untuk memberikan kesempatan ke-2 itu bagi gue ya. Menurut gue, jika sebuah kepercayaan telah hancur di kesempatan pertama, dan buat gue kecewa. Gue gak mau kembali kecewa, gue gak mau ambil resiko jika suatu saat dia melakukan hal yang sama seperti sebelumnya. Menurut gue, sabar itu penting. Coba aja lo sabar mungkin ceritanya gak bakalan gini, gak bakalan ada yang kecewa dan dikecewain, coba deh berpikir lebih positif ke arah depan jangan nengok ke belakang mulu, apa sih mikirin masa lalu, yang malah bikin lo semakin terpuruk dan tersesat, sedih gak jelas, sakit iya. Menurut gue, ketika lo mencoba bangkit dari keterpurukan lo, lo harus bisa menghapus semua potret tentang dia di hati lo, jangan setengah-setengah kalo lo ingin cepet Move on, ya mungkin lo susah lupain dia, ...
Komentar
Posting Komentar